Sabtu, 04 Maret 2017

MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA

PERSENTASE MULTIMEDIA PEMBELAJARAN KIMIA HASIL PENGEMBANGAN

Baiklah, disini tujuan kelompok kami yaitu untuk membuktikan bahwa larutan,koloid, dan suspensi itu berbeda dan juga membuktikannya secara langsung atau memberikan contoh nyata yang dapat dilihat pada link dibawah postingan.

Perbedaan larutan, Suspensi dan Koloid

  1. Partikel dalam koloid sering lebih besar dari partikel zat terlarut dalam suatu larutan.
  2. Larutan adalah benar-benar homogen dibandingkan dengan koloid, yang juga bisa menjadi campuran heterogen.
  3. Campuran koloid tampak buram atau transparan, tetapi larutan adalah transparan.
  4. Suspensi merupakan campuran heterogen, namun koloid bisa homogen atau heterogen.
  5. Perbedaan utama antara suspensi dan koloid adalah diameter partikel yang tersebar; partikel dalam suspensi lebih besar dari partikel dalam koloid.
  6. Partikel dalam suspensi dapat menetap di bawah pengaruh gravitasi, jika terganggu. Namun partikel dalam koloid tidak menetap dalam kondisi normal. Namun, dengan kekuatan tambahan endapan dapat diperoleh, seperti di sentrifugasi.
  7. Partikel dalam suspensi tidak bisa melewati kertas saring, namun partikel koloid bisa.
  8. Koloid dapat menghamburkan cahaya, dan suspensi tidak memancarkan cahaya. Oleh karena itu, koloid bisa buram atau tembus, tapi suspensi buram.
Percobaan dalam persentase Multimedia yang bisa dilakukan untuk metode pembelajaran melalui percobaan  salah satunya yaitu mengenai penentuan larutan , koloid dan suspensi. 
Dimana Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain. Dimana di antara campuran homogen dan heterogen terdapat sistem pencampuran yaitu koloid, atau bisa juga disebut bentuk (fase) peralihan homogen menjadi heterogen. Campuran homogen adalah campuran yang memiliki sifat sama pada setiap bagian campuran tersebut, contohnya larutan gula dan hujan. Sedangkan campuran heterogen sendiri adalah campuran yeng memiliki sifat tidak sama pada setiap bagian campuran, contohnya air dan minyak.

Ukuran partikel koloid berkisar antara 1-100 nm. Ukuran yang dimaksud dapat berupa diameter, panjang, lebar, maupun tebal dari suatu partikel. Contoh lain dari sistem koloid adalah adalah tinta, yang terdiri dari serbuk-serbuk warna (padat) dengan cairan (air). Selain tinta, masih terdapat banyak sistem koloid yang lain, seperti mayones, hairspray, jelly, dll.
Larutan adalah campuran homogen antara zat terlarut dan pelarut. Zat terlarut dinamakan juga dengan fasa terdispersi atau solut, sedangkan zat pelarut disebut dengan fasa pendispersi atau solvent. Contohnya larutan gula atau larutan garam.
Pada larutan, ukuran partikel pelarut dan zat terlarut adalah pada dimensi atau sebesar molekul tunggal atau ion. Jadi, molekul-molekul tidak bergabung membentuk partikel yang lebih besar. Partikel terdistribusi satu sama lain secara serba sama (uniform) menghasilkan fasa homogen. Distribusi uniform menyebabkan sifat fisik larutan menjadi berbeda dari pelarutnya. Misalnya, air membeku pada 0oC, tetapi dengan penambahan NaCl, larutan NaCl akan membeku pada kurang dari 0oC. 
Suspensi adalah campuran heterogen yang terdiri dari partikel – partikel kecil padat atau cair yang terdispersi dalam zat cair atau gas. Misalnya, tepung beras dilarutkan dalam air dan dikocok dengan kuat; Apabila campuran tersebut dibiarkan beberapa saat, campuran tersebut akan mengendap ke bawah.
Pada suspensi setidaknya satu komponan mempunyai ukuran partikel relatif lebih besar dan terdistribusi dalam partikel lainnya. Contohnya adalah: (a) pasir halus dalam air, (b) asap di udara, dan (c) endapan dalam campuran reaksi. Pada semua contoh di atas ukuran partikal cukup besar sehingga dapat dilihat apakah dengan mata telanjang atau dengan mikroskop. Bila suspensi tidak digoyang, atau dibiarkan, maka partikel tersuspensi akan mengendap karena pengaruh gravitasi, meskipun kecepatan pengendapan tergantung pada ukuran partikel. Contohnya, pasir kasar (ukuran partikel lebih besar) akan lebih cepat mengendap dibandingkan dengan lumpur halus.

Untuk video percobaan dapat di liat pada link berikut: 
https://www.youtube.com/watch?v=JCkoVoGD54Y

16 komentar:

  1. apakah dalam media seperti yang anda buat ini, siswa dapat memahami tujuan dari penyampaian materi pada media ini dapat diserap dengan baik oleh siswa?

    BalasHapus
  2. saya ingin bertanya, apakah kendala yang terjadi dalam proses pembuatan media pembelajaran ini dan apakah media ini sudah efektif jika di terapkan pada siswa dalam proses pembelajaran ?

    BalasHapus
  3. apakah multimedia yang anda pilih ini dapat membantu siswa dalam memahami pelajaran?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedikit menjawab, menurut saya iya media ini dapat menambah pemahaman siswa karena siswa dapay melihat melalui gambar dan juga penjelasan dari guru

      Hapus
  4. Menurut anda apakah penggunaan multimedia yg anda pilih, peserta didik dapat dengan mudah memahami materi pelajaran yang disajikan?

    BalasHapus
  5. Baiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari saudari haliza. salah satu tujuannya yaitu dapat membedakan suspensi kasar, larutan sejati, dan koloid berdasarkan
    data pengamatan (efek Tyndall, homogen/heterogen, penyaringan) dan mampu mengelompokkan jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan fase pendispersi, jadi menurut saya, sangat dapat diserap dengan baik oleh siswa apabila ia melihat videonya juga.

    Dan sekaligus mencoba menjawab pertanyaan dari saudari lutfiatunnisa. Menurut saya, sangat efektif untuk seorang siswa. karena dalam praktikannya, tidak terlalu banyak mendapatkan kendala sehingga lebih mudah pula untuk seorang siswa mempraktikkannya kembali dirumah, disekolah, dan lain-lain.

    BalasHapus
  6. Baiklah, saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari saudari elsi dan anisa rahayu. saya rasa pertanyaannya hampir menyerupai, seperti kita ketahui Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi, audio dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat melakukan navigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Nah, jadi disini kami menggunakan media nya yaitu Power Point (PPT) yang menurut kami lebih efektif untuk dipahami oleh seorang siswa.

    BalasHapus
  7. apakah media yang anda terapkan terdapat sebuah kendala sehingga siswa kurang mampu mengerti ?

    BalasHapus
  8. apakah pada penggunaan media ini dapat mempermuda siswa dalam memahami materi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya menurut saya bisa, karena media ini sangat menarik ketika dibuat semenarik mungkin dan guru memahami betul materi yang akan disampaikan dalam media ini,.

      Hapus
  9. Bagaimana jika seorang anak akan bosan karena tidak mengerti dengan power point yg anda buat ? Apa tindakan yg anda lakukan terimasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. baiklah biasanya dibuat multimedia seerti memasukkan video dan gambar yang menarik

      Hapus
  10. Apakah media ini bisa diterapkan disemua sekolah?

    BalasHapus
  11. Dengan media ppt dapatkah siswa terlibat aktif dalam pelajaran ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya siswa akan lebih bnayak diam dan memperhatikan ketikan media tersebut ditampilkan, karena guru yang akan menjelaskan

      Hapus
  12. Saya ingin bertanya apakah media ini dapat diterapkan baik itu disekolah yang ada di perkotaan atau di perdesaan ?

    BalasHapus